Cari Blog Ini

Selasa, 30 November 2010

Aku di Perkosa

Aku di Perkosa


aku telah di perkosa oleh keraguan ku
mungkin juga aku telah di telanjangi kebimbangan
setiap hari

mulai ku rasa
logika ku juga tak perjaka lagi

sia sungguh sia
sekian lama ku menjaga

aku hanya tergemulai di gagahinya

menikmati.



sudutkota, november.

Jumat, 27 Agustus 2010

berdiam disudut kota: Risaumu Risauku

berdiam disudut kota: Risaumu Risauku

Risaumu Risauku

larutkan saja semua dalam tidurmu
esok pagi pasti akan jernih lagi

jika masih menggerayangi
lemparkan saja gelisahmu padaku
karena risaumu risauku
aku yakin bisa meredamnya
dan menguncinya dengan logika ku

andai kau masih dihantui
hantu hantu di sekelilingmu
yakinkan lah pada mereka
akan diriku, cadangan terakhirmu.


ìsengnulishbstrwih. 260810

Minggu, 22 Agustus 2010

Tato di Kulit Keriput.(masih adakah kejayaanmu)

masih adakah kejayaan itu di kulitmu
yang dulu kencang kini telah mengeriput

lihatlah....,

tato ular cobra yang kau anggap melambangkan kewibawaan di dadamu kini sudah mirip dengan cacing tanah

juga,
rajawali yang anggun di pangkal lenganmu lambang kekuasaan kini sudah merupai perkutut yang anggun

dan,
tato buaya rawa hutan amazon di punggungmu lambang keperkasaan sekarang sudah mereinkarnasi menjadi cicak rowo

hingga dalam kerentaan ini
masih adakah kejayaanmu

lamunanmu tak akan larut dalam sekepul asap dari seikat nipah itu.


Sudutkota, 082010

Jajah Menjajah

dahulu moyangku dijajah bangsa belanda

kemudian kakekku, nenekku dijajah bangsa jepang

sekarang aku sendiri dijajah oleh bangsaku sendiri

berikanlah kami kemerdekaan.


Sudutkota, 17082010

is time for me

aku ingin menikahi siang
...bercerai dengan senja
menduda pada malam
berselingkuh dengan pagi.

My Time in My Life

aku selalu mencintai pagi, makanya aku selalu terbangun bersamanya

...aku selalu merindu siang, hingga aku menunggunya sampai petang

aku selalu teringat pada senja, yang membuatku selalu ingin pulang

tapi aku selalu bersembunyi dari malam, karena ia terlalu jahat untukku.

Rabu, 18 Agustus 2010

Jengah Sendiri

baru tadi aku berlari menipu pagi
siang pun telah aku curangi
sore yang menjelang akan ku dustai
malam yang menanti akan ku kibuli.

jangan pernah menungguku
kau akan jengah sendiri.


Lilinsenja, 010810

Tak Berjudul

malam ini kan kubiarkan bintang mengoyak langit
biar embun tak leluasa lagi membasahi malamku
agar luka yang menganga tak basah lagi.

.

sejak kapan

sejak kapan
langit menutup kisah
antara kau dan aku
kau tahu airmataku tak lagi basah
ia mengering sudah
dihembus katakata merdumu
merayu
merajang
kadangkadang menendang

sejak kapan
kau berani ucapkan pisah
apakah setelah semuanya tak mudah
sirna sudah yang indahindah

sejak kapan
tibatiba kau memintaku mengenangmu
aku tak akan mengenangmu

karena kau tak pantas untuk dikenang.


Sudutkota, 16mei10

Dada ku dan Bulan

aku memang punya dada bidang
di dalamnya masih banyak kotakkotak kosong
belum terisi penuh di tiap ruangnya
tapi aku tak bisa memaksa bulan
tapi aku tak bisa memenjara bulan
dalam dada ku yang hanya sebidang

bulan itu sebesar kapal selodang
berlayar tak terhempas gelombang

andai bulan hanya kuning telur
mungkin sudah banyak bulan yang ku penjara di dada ku, hingga perutku
cemburulah para pujangga
pada dada ku yang hanya sebidang
memenjara bulan
punguk pun akan resah bertengger di pohon cempedak hutan
karena tak ada lagi yang di rindukan

tapi bulan itu penguasa malam
mungkin dada ku yang akan remuk redam
jika ditimpa bulan.


Sudutkota, 12mei10

Malam Aku ingin Jadi Hantu

malam izinkanlah aku jadi hantu
sekali saja
mengusir ketakutanku
mengusir kegusaranku
yang telah lama ku tumpuk

aku tahu
ketakutan
kegusaran
adalah hantu ku sendiri

tapi aku risau dan galau
dengan hantu ku sendiri

malam
tiupkanlah hantu apa jasa
usir hantuhantu ku

aku telah kosong.


Sudutkota, 10mei10

Itukah Dirimu

tak adil bagiku
menerimamu yang telah kuanggap bayang semu
dulu aku pernah berharap
dulu hati pernah berucap
namun kau tak pernah tanggap

kini setelah menggilir hati
menghanyutkan perasaanmu
ingin bermuara di hatiku

aku tak mau membuka hati
memang kau masih perawanperawanku
tapi kuyakin bibir manismu tak perawan lagi
entah berapa bibir yang telah menyinggahi

agar kau tahu
aku masih orsinil seperti dulu
tak sama denganmu.



sudutkota, 05mei10

Pasal 34

dì sebuah lampu merah
selepas laju kendaraan
pukul sepuluh malam
seorang anak perempuan usia belasan
menggigil kelaparan
bibirnya sudah mengurat tanpa keakraban
dekil compangcamping tanpa dandan
sambil memelas sedikit rintihan

om...
tolong recehannya
saya belum makan

mataku dan matanya berbinar
ku ambil ayam gorengan
yang telah dibungkus rumah makan
tak kuhiraukan itu adalah pesanan
untuk istriku yang lagi ngidam
karena aku merasa manusia saja

dengan sedikit rakus ia merampas gorengan ayam dalam bungkusan


kadang terpikir sendiri
pahitnya kehidupan anak jalanan

mungkinkah anak perempuan tadi akan bertahan
bertahan hidup di jalanan
mungkin saja dia cikalbakal pelacur jalanan

kemanakah mereka minta perlindungan

hidup dalam kemiskinan
hidup dalam keterlantaran
hidup dalam kesengsaraan

apakah mereka bukan prioritas dalam perundangundangan
tapi pada pasal 34 telah dicantumkan

Oh
apakah karena mereka tak berani melakukan tuntutan
mereka berani
mereka bisa
namun
mereka terlalu sempit pikiran
mereka terlalu berat mendapatkan tekanan kehidupan

hingga mereka tak hiraukan masa depan

mereka hanya bisa menyerah pada tuhan menangisi nasib dan keadaan.


Sudutkota, 09mei10

Sajak' Sinarku Redup

kini hanya kau dan aku
di dalam ruang kosong dan sepi
mengamati sebatang lilin di atas meja semenjak senja
kita samasama merasakan sinarnya
ruang kosong tiga kali empat
dengan terang yang tidak merata
tapi kau seperti menikmatinya
redup cahaya lilin
yang perlahanlahan melelehkan parafin

dua hari lalu
rasanya memang dua hari lalu
kau pernah memintaku
menjadi mentari terangi dunia
tapi dengan tegas serta tangkas
ku jawab bahasa bibir itu
aku hanya ingin jadi sebatang lilin
yang sinarnya hanya untuk menerangimu saja

sinarku memang redup
namun bisa membuat sejuk

percayalah aku tak akan bisa seterang mentari
kataku berulang padamu

hanya dalam hitungan detik
air matamu juga meleleh
seperti cairan parafin di sebatang lilin.



Tapilauikpiaman, 02apr09

Aku dan Alis Mata mu

apakah masih ada yang indah
selain alis mata mu
hingga aku tak mampu menatapnya
padahal ia tak berkilau
padahal ia tak setajam samurai

tapi ia sanggup memenjara mata ku
tatapan ku terkurung
di antara alisalis matamu

sekali kau kernyitkan dahi mu
alis mu pun melintang
seperti pelangi tampak miring

kadang timbul gundahku
ingin menatap alisalis mu dari kepengecutan ku
ingin mengintip alisalismu sepuas hatiku.


SiangtadidiHaus'tea, 12mei10

Senja yang manja

iringan pipit mencomooh padaku
cit..cit..cit..., hai pulanglah
tak kau lihat senja menyapu sore
kau tersenyum gila dengan telpon genggammu
tak kau dengar bilal telah berkumandang
magrib telah datang
segeralah kau pulang
sudah bosan bangku halte itu kau duduki
mungkin itulah bahasa yang ingin disampaikan pipit

tapi ku masih terpaku gila
melihat pesan di inbok
dari teman facebook baruku
lalu ku lihat langit di kotaku
lembayung mencoba mengukir namaku
tapi bulan telah muncul duluan
ku ambil saputanganku
lalu ku lempar ke langit hingga menutup bulan

aku tak mau
lembayung yang mengukir namaku
pergi karena munculnya bulan

di sekelilingku sudah sepi
pedagang bengkoang pun telah beranjak
hanya satusatu agen bus berteriak
pariaman...pariaman...pariaman
manga urang di pariaman jo
''kataku
tapi cuma dalam hati

lalu kupergi membawa senjaku sendiri
menyimpannya dalam tas loker kulitku
ku tak ingin senja ini berbagi dengan siapapun.



Aiatawa, 19mei

Selasa, 18 Mei 2010

Aku Bukan Chairil

Aku Bukan Chairil



maafkan aku
setiap tulisanku tak membakar
setiap tulisanku tak membuai
setiap tulisanku tak mendayu tak berirama

aku bukan Chairil

yang setiap gumpalan tembakau
yang dihembuskan mengawan
menjadi puisi sajak indah

aku adalah kekosongan jiwa
menulis hanya dengan nadanada yang ku suka
aku mengembara diantara penapena yang akan mencoret harianmu
aku sewaktuwaktu bisa menjadi kaca di pelupuk matamu
yang akan memberikan rasa indah dalam setiap pandanganmu

bahkan aku bisa menjadi setumpuk jiwa
yang akan selalu merasukimu.


Sudutkota, 05mei10

Itukah Dirimu

Itukah Dirimu



tak adil bagiku
menerimamu yang telah kuanggap bayang semu
dulu aku pernah berharap
dulu hati pernah berucap
namun kau tak pernah tanggap

kini setelah menggilir hati
menghanyutkan perasaanmu
ingin bermuara di hatiku

aku tak mau membuka hati
memang kau masih perawanperawanku
tapi kuyakin bibir manismu tak perawan lagi
entah berapa bibir yang telah menyinggahi

agar kau tahu
aku masih orsinil seperti dulu
tak sama denganmu.



sudutkota, 05mei10

Pasal 34

Pasal 34



dì sebuah lampu merah
selepas laju kendaraan
pukul sepuluh malam
seorang anak perempuan usia belasan
menggigil kelaparan
bibirnya sudah mengurat tanpa keakraban
dekil compangcamping tanpa dandan
sambil memelas sedikit rintihan

om...
tolong recehannya
saya belum makan

mataku dan matanya berbinar
ku ambil ayam gorengan
yang telah dibungkus rumah makan
tak kuhiraukan itu adalah pesanan
untuk istriku yang lagi ngidam
karena aku merasa manusia saja

dengan sedikit rakus ia merampas gorengan ayam dalam bungkusan


kadang terpikir sendiri
pahitnya kehidupan anak jalanan

mungkinkah anak perempuan tadi akan bertahan
bertahan hidup di jalanan
mungkin saja dia cikalbakal pelacur jalanan

kemanakah mereka minta perlindungan

hidup dalam kemiskinan
hidup dalam keterlantaran
hidup dalam kesengsaraan

apakah mereka bukan prioritas dalam perundangundangan
tapi pada pasal 34 telah dicantumkan

Oh
apakah karena mereka tak berani melakukan tuntutan
mereka berani
mereka bisa
namun
mereka terlalu sempit pikiran
mereka terlalu berat mendapatkan tekanan kehidupan

hingga mereka tak hiraukan masa depan

mereka hanya bisa menyerah pada tuhan menangisi nasib dan keadaan.


Sudutkota, 09mei10

Malam Aku ingin Jadi Hantu

Malam Aku ingin Jadi Hantu



malam izinkanlah aku jadi hantu
sekali saja
mengusir ketakutanku
mengusir kegusaranku
yang telah lama ku tumpuk

aku tahu
ketakutan
kegusaran
adalah hantu ku sendiri

tapi aku risau dan galau
dengan hantu ku sendiri

malam
tiupkanlah hantu apa jasa
usir hantuhantu ku

aku telah kosong.


Sudutkota, 10mei10

Maafkan Aku Pak'Susno

Maafkan Aku Pak'Susno



maafkan aku pak'susno
mungkin aku terlalu kasar
mungkin aku terlalu berani
dengan tulisantulisan ini

pak'susno
aku ingin anda dihukum mati
biar tak ada lagi yang berani
biarkan hukum kecoplokkecopluk dengan tuannya sendiri
biarkan semuanya mati suri
agar tak ada lagi williardi
agar tak ada lagi anthasari
mereka terlalu berani
mereka terlalu bertangguh diri
hingga menimbulkan gundah hati

tapi aku yakin
pak'susno tak akan dihukum mati
para tukang kebiri
pemelihara arogansi
telah memikirkan gejolak api
setiap saat bisa membakar negri
dengan teriakan sanasini
revolusi....revolusi....!

pak'susno duadji
mungkin hanya di shock therapi
biar tidak macammacam lagi
tapi cukup juga menurunkan tensi

pak'susno teruslah berjujur diri
anda telah mendapatkan dukungan anak negri.


negridlmkecaman, 11mei10

Dada ku dan Bulan

Dada ku dan Bulan


aku memang punya dada bidang
di dalamnya masih banyak kotakkotak kosong
belum terisi penuh di tiap ruangnya
tapi aku tak bisa memaksa bulan
tapi aku tak bisa memenjara bulan
dalam dada ku yang hanya sebidang

bulan itu sebesar kapal selodang
berlayar tak terhempas gelombang

andai bulan hanya kuning telur
mungkin sudah banyak bulan yang ku penjara di dada ku, hingga perutku
cemburulah para pujangga
pada dada ku yang hanya sebidang
memenjara bulan
punguk pun akan resah bertengger di pohon cempedak hutan
karena tak ada lagi yang di rindukan

tapi bulan itu penguasa malam
mungkin dada ku yang akan remuk redam
jika ditimpa bulan.


Sudutkota, 12mei10

sejak kapan

sejak kapan


sejak kapan
langit menutup kisah
antara kau dan aku
kau tahu airmataku tak lagi basah
ia mengering sudah
dihembus katakata merdumu
merayu
merajang
kadangkadang menendang

sejak kapan
kau berani ucapkan pisah
apakah setelah semuanya tak mudah
sirna sudah yang indahindah

sejak kapan
tibatiba kau memintaku mengenangmu
aku tak akan mengenangmu

karena kau tak pantas untuk dikenang.


Sudutkota, 16mei10

Sajak' Sinarku Redup

Sajak' Sinarku Redup




kini hanya kau dan aku
di dalam ruang kosong dan sepi
mengamati sebatang lilin di atas meja semenjak senja
kita samasama merasakan sinarnya
ruang kosong tiga kali empat
dengan terang yang tidak merata
tapi kau seperti menikmatinya
redup cahaya lilin
yang perlahanlahan melelehkan parafin

dua hari lalu
rasanya memang dua hari lalu
kau pernah memintaku
menjadi mentari terangi dunia
tapi dengan tegas serta tangkas
ku jawab bahasa bibir itu
aku hanya ingin jadi sebatang lilin
yang sinarnya hanya untuk menerangimu saja

sinarku memang redup
namun bisa membuat sejuk

percayalah aku tak akan bisa seterang mentari
kataku berulang padamu

hanya dalam hitungan detik
air matamu juga meleleh
seperti cairan parafin di sebatang lilin.



Tapilauikpiaman, 02apr09

Aku dan Alis Mata mu

Aku dan Alis Mata mu



apakah masih ada yang indah
selain alis mata mu
hingga aku tak mampu menatapnya
padahal ia tak berkilau
padahal ia tak setajam samurai

tapi ia sanggup memenjara mata ku
tatapan ku terkurung
di antara alisalis matamu

sekali kau kernyitkan dahi mu
alis mu pun melintang
seperti pelangi tampak miring

kadang timbul gundahku
ingin menatap alisalis mu dari kepengecutan ku
ingin mengintip alisalismu sepuas hatiku.


SiangtadidiHaus'tea, 12mei10

Sajak 'Sepenggal Malam'

Sajak 'Sepenggal Malam'



seorang insan di sepenggal malam
menatap bulan dalamdalam
hanya pasrah di desak kerinduan
dia membiarkan awan menenggelam bulan
hingga benarbenar tak kelihatan

beginikah rasanya dihukum penantian
bisik hatinya mendekam
andai dia mampu
ingin juga dia memenjara bulan
di antara kotakkotak hatinya yang masih kosong
tapi bulan terlalu besar
tak mungkin dada yang sebidang menampungnya

malam pun terus berjalan
mengitari takdirtakdir insan
sementara dia masih larut di sepenggal malam.


Malam, 12mei10

Sabtu, 17 April 2010

Lelahku

Lelahku


Hitamkan saja mataku
biar gelap merajai malam
biar hening merajai sunyi

aku yang masih menerawang
merasa badan tak bertulang

benarkah ini lelahku
menikmati keringat hingga petang.


Sudutkota, 090410

Bolehkah Aku Mengatakan''ini sebuah puisi'

Bolehkah Aku Mengatakan''ini sebuah puisi'



Kubuka lagi secarik kertas, yang telah kulipat semalam
disitu telah ada barisan tulisan
dari coretan pensil yang tak tajam
belum begitu tersempurnakan

tak banyak yang ingin ku curahkan
berapa kata dalam perkataan
tentang; kejadian sebuah kewajaran
aku tak meramu dendam
ini adalah kehidupan
garis takdir harus dijalankan
dikala kita melihat perbedaan
itulah cobaan

pernah ku terngiang
tentang penghias malam
seorang teman yang ingin ditemani sinar rembulan
sahabat yang lainku berkata; aku hanya mau Berkawan dengan kerlipan bintang
bagaimana denganmu?
tanya mereka padaku
masih adakah lagi penghias malam


pelangi..., itu bukan sebuah jawaban
ia bukan penghias malam


ahh...aku ingat kunang-kunang
mampukah ia menerangi jalan
aku yang tak terbiasa dalam kesamaran?

kenapa ku pilih kunang-kunang
karena aku tak lagi punya pilihan



Sudutkota, 100410.

Menurutku : Inilah Awal Kiamat (puisi)

Menurutku : Inilah Awal Kiamat (puisi)



..., Lihatlah manusia zamanku menangis tanpa tetes air mata lagi
ketika tertawa meneteslah air matanya

sungguh sandiwara bersahaja?

dimana-mana ku melihat amsal

ku ibaratkan langit itu pemimpin
kakinya tak menahan lagi ia akan rubuh

ku ibaratkan bintang itu pelindung
tapi bintang-bintang telah berjatuhan, bintang satu, dua, tiga..?

ku ibaratkan matahari itu kehidupan
tapi ia hanya bersinar dalam keredupan
namun panasnya mendidih dipori-poriku

laut telah terbelah
memang benar adanya, manusia tak kenal lagi persaudaraan

tongkat kehidupan telah membelah lautan jiwa manusia
manusia itu hidup dengan jiwa tapi tanpa hati

manusia telah bersurut dari kehidupannya
manusia telah dibudaki kebiadaban
manusia telah menggoreskan sembilu dinadi saudara-saudaranya

mereka menganggap agama itu hanya ritual
mereka menganggap pejuang agama itu hanya penyair
mereka menganggap kematian itu adalah sistem.



sudutkota, 150410

Minggu, 04 April 2010

Persemedianku

Persemedianku





Sudah lama ku bersemedi
dalam ketegaan


menunggu wangsit itu
aku yang selalu melafazkan mantra-mantra penuh penghayatan


apakah ini belum masaku


haruskah ku teguh lagi dalam persemedian yang akhirnya hanya kegusaran.




sudutkota, 040410

Rabu, 31 Maret 2010

Cinta Sebilah Pisau

Cinta Sebilah Pisau




Lihatlah sebilah pisau dalam sarung
hanya gagang yang membusung

pandailah mencabut gagang
dari sarung terselip dipinggang


tajamnya tak tanggung
sama bermata perut dan punggung



ingatlah tangan memainkan pisau
bisa melukai daku atau pun dikau

pisau pun tak ragu berbalik arah
situan pun bisa berteteskan darah

ingatlah bermain pisau
lukanya akan membuat risau
hati pun bisa jadi galau

tumbalnya tak pandang usia
yang luka akan merana.


Sudutkota, 010410


.

Hujan

Hujan



Hadirmu karena sebab
Keringpun akan menjadi lembab

siperindumu
akan bahagia
dari kemarau telah mendamba

tapi...
sipenghujatmu risau
hadirmu membuat galau

hujan ceritakanlah kisahmu

pada siperindumu
juga sipenghujatmu.


Sudutkota, 010410

Selasa, 30 Maret 2010

Pengintip Rembulan

Pengintip Rembulan


Sebutlah aku sipemalu
tertunduk bila bertatap dengan sinarmu
hanya menikmati kilaumu
dibalik jendela kamarku
kadang kupasang tekad
menikmati sinarmu lebih dekat

tapi
sinarmu kadang terasa angkuh
bagaikan tak tersentuh


pernah aku menghayalmu
hìngga aku tak tahu
malam telah berlalu
ketika terjaga hanya keringat yang mengembuniku

malam ini tak kulewatkan lagi
kukais tirai dengan jemari
mataku akan mengintipmu
hingga fajar benar-benar akan mengusirmu

kan kusiapkan perangkap dalam mimpiku

kan kubuat cahayamu redup dengan tatapanku
hingga esok tak kucemburui lagi kilaumu.



Sudutkota, 280310

Senin, 22 Maret 2010

Negri Sinetron

Ya.., negri sinetron
semua orang bisa jadi lakon
yang penting bisa action
bisa merias melebihi tukang salon
ada yang bergaya seperti ular pohon
dosanya sudah hitungan ton

yang kuat merasa samson
yang lebih kuat merasa dragon

kalau dihukum minta diskon
sudah salah masih berani mencalon

rakyat berteriak sudah dimikrofon
tapi solusi tidak selancar air diparalon
segala sesuatu diselesaikan secara maraton
undang-undang hanya dianggap primbon

hanya kepada tuhan kami bisa memohon
karena para pemimpin tak lagi respon
berteriaklah orang indon

ini negri, tetap negri sinetron.



Sudutkota,200310

Nasib Biduk

Dibalut kayu usang
Kulit tanpa polesan
hanya tersandar lemang
menunggu kering matahari
menuju perapian

pendayungmu sudah patah
layarmu sudah tak lagi megah
tak mungkin mengarungi laut

badai tak lagi ramah
ombak tak lagi tenang

pulanglah
menuju perapian
jadilah penerang hingga api menjadikanmu penyubur bumi

biduk tua tutuplah kisahmu.


Sudutkota,200310

Selasa, 16 Maret 2010

Senja Sebatang Lilin

Pecahlah api diujung sumbu
parafin mulailah meleleh
nyalanya tak akan membiru
sebiru api tembakau bercampur teh


senja sebatang lilin
cahayanya memantulkan cermin
menerangi hingga ke ubin
karena setia sumbu dengan parafin....

cahayanya tak menjangkau
tapi cukup hilangkan risau
asapnya pun tak sekepul tembakau

senja sebatang lilin
semoga tak tertiup angin.



Sudutkota,16032010.



Parafin : bahan yang biasa dipakai pembuat lilin.

Orang Gila Yang Mematung

Dengan sebilah parang
Berdiri rentak menghadang

Tak hirau hujan
Mematung dijalan


Heii...orang gila
Kami mau tanya

Apakah yang ada dipikiran?
Sehingga mematung dijalan

Tak perlu pasang logat
Segeralah berangkat
Kami mau lewat
Tidakkah kau rasa hujan lebat
Petir menebar kilat.....


Kami masih ragu tentang isi kepalamu....





Sudutkota, ada org gila brdiri dipasausang, jam 22:00,15032010

Minggu, 14 Maret 2010

Dara Diterminal

Udara pagi masih menyapu
Diterminal itu
Seorang dara menunggu
Menunggu sesuatu

Siang menjelang petang
Yang ditunggu tidak juga datang
Apakah ia hidung belang?
Dara bergumam seorang

Sore mengantar teduh
Dara mulai mengeluh

Dara pun tersedu
Melihat uang disaku

Dengan modal nekat
Untuk menemui silaknat

Dara pergi tanpa bekal
Karena pesbukker nakal
Lewat online dara kenal
Hingga merana diterminal
Apakah salah dara
Karena profile Nike Ardila?

Diseberang jalan itu
Dua mata mengintip malu
Sambil mengumpat kelu
Kau bukan daraku
Tak mirip diprofìlemu

Silaknat pasang kaki seribu
Sidara terus menunggu
Hingga senja menukar waktu...



Sudutkota, sunday140310.

Pipet Sedotan

Pernahkah kau memegang sebatang pipet
Bekas sedotan minuman?
Teroponglah manusia-manusia itu
Lewat pipet kecilmu

Memang kecil.........
Seandainya manusia hanya dilihat dari sebatang pipet
Mungkin keangkuhannya akan hilang

Karena ia lebih kecil dari pipet bekas sedotan.




Sudutkota, 10032010

Tuan Peraung

Heii.., Tuan,
Kami melihatmu
Melihatmu meraung
Disidang paripurna siaran langsung

Tuan meraung-raung
Dilayar kaca
Bagai serigala dipertiga purnama
Seakan lama tak jumpa

Saudara idrus membaca
Bukan naskah lama
Tapi hasil kerja
Dua bulan lamanya

Kenapa tuan?
Ada yang aneh dengan laporan?

Hingga tuan membuat ricuh paripurna
Itu gedung terhormat
Bukan lapangan sepakbola

Suara tuan meraung lagi
Layaknya suku pedalaman
Hingga membuat gerah para siluman
Yang nungguin senayan
Hingga mik nya dimatikan

Kami tak menyesal memilih tuan
Memilih tuan mengurangi pengangguran.....


Sudutkota,03032010.

Penghias Malam....

Kunang-kunang...

Mengulas keindahan menabur harapan
Kutangkap tapi tak pernah kudapatkan,


Bulan...

Banyak yang jadikanmu pujaan
Terapung meratui malam
Membuatmu teguh dengan senyuman keangkuhan,

Bintang...

Berkedipan
Pernah kucoba menggapai dengan tangan
Tapi kita terlalu berjauhan,

Penghias malam tetap penghias malam


Sesatkah dijadikan harapan?

Biarkan Aku Keling

Biarkan aku keling
Sengaja kusilahkan mentari menjilati kulitku
Agar Wajahku tak merona lagi
Sengaja kubiarkan debu menghinggapiku
Agar aku tak bergemilau lagi

Ku tak mau berdosa
Dengan wajah ayuku

Sekian deret cinta
Menggerayang
Yang Tak bisa ku membalasnya

Aku tak suka
Melodrama cinta

Makanya kudiam saja

Mungkin putus asa mereka
Dosa juga bagiku

Biarlah ku keling saja
Agar yang sejati
Menghampiri

Mungkin itu akan lebih abadi.



Sudutkota, 11032010.

Jampian Malam

Jbrrrr......
Sijemari mulai menari
Mengikuti serunai malam
Mengasapi kemenyan
Kembang 7 rupa ditaburkan

Bibir tua....
Komat-kamit
Jampian mulai diteluhkan

Malam ini tak akan pulas
Pikiran akan merimba
Hati akan bergemuruh
Mata akan menyala
Peluh akan membasahi
Helai rambut tiap tetesnya
ìtu isyarat telinga....
DengarKanlah jampian malam
Gagak malam ikut menyahutkan

Tentang, pemasungan perasaan.



Sudutkota, mrt2010

SujudLah....Sebelum Bumi Membelah Diri

Getaran....
Menyentakkan umatMu
Dalam pulasnya
Ketika terjaga
Ingatkannya pada dosa-dosa?

Ini baru bumi mengeliatkan badan
Bagaimana jika ia membelah diri, merengkah?
Dan langit yang akan rubuh?
Laut yang akan menumpah?

Pernah kumerenungkannya

Hingga kusembahkan Sujud untukMu

Tapi ku kadang lupa
Telah mencicipi nikmat-nikmatMu
Berlindung dalam berkahMu

Aku memang pelupa

Tapi aku akan selalu menghaturkan sujud untukMu.


Sudutkota.lggmpa.2010

Sabtu, 27 Februari 2010

Penantian

Disepenggal malam
Lelaki sendirian
Memandang rembulan, berdandan awak hitam.

Tak banyak tanya
Cerita Angin malam
Tentang liku sang malam

Teruslah
Nikmati malam........


Dihukum penantian.




pdg, 28022010

Kamis, 25 Februari 2010

Si Pemimpi

Akhh...kenapa aku kembali kesini.
Baru beberapa detik tadi Aku masih menjadi seorang raja.
Para bidadari mengelilingiKu.
Semua penari dan musik kerajaan menghiburKu.
Hingga membuat Aku tertidur.
Akhirnya Aku terbangun kembali dikamarKu.
Seandainya Aku tidak terbangun.
Mungkin hari ini Aku masih menjadi seorang raja......Akhhh....inginnya.

Selasa, 23 Februari 2010

Pesbug dan Statusnya....

Punya maknakah statusmu?
Punya, jika kau mendalaminya
Pahamilah,
Irama india
Tangisan yang diakhiri dengan kebahagian.

Lagu malaysia
Meratap, memelas dan diwarnai dengan keputusasaan.

Roman france
Paling banyak penggemarnya, cerita cinta orang-orang jalanan, romantis penuh dengan ketegangan.

Drama korea
Cinta yang membeku, dibayangi dengan kesedihan yang berkepanjangan.

Germany dokumenter
Serasa dalam situasi perang, kritikan dan tudingan bagaikan peluru dari mulut mortir.

Nada gurun sahara
Petunjuk, arahan menuju kebaikan.

Ala melayu
Penuh dengan pantun, kadang mendayu dan terkadang jenaka.

Indo aja (campuran)
Memilih, meramu, lalu menyuguhkannya sesuai dengan selera.

Jangkrik.....

Jangkrik dipenghujung malam

Hanya suaramu yang kedengaran

Pernah seseorang
Mencari wujudmu yang gentayangan

Tapi kamu tak ditemukan

Hanya suaramu yang didengar dari kejauhan

Makin didekati makin hilang

Apakah kamu termasuk dalam binatang yang
bergentayangan

Yang bernyanyi terus untuk sang malam.

Munafik___

Perhatikan gerak tanganku
Perhatikan gerak kepalaku
Sejiwakah..?
Tentu tidak,
Kenapa..?
Jangan ditanya kenapa?
Karena
Disaat tanganku melambai kekiri dan kekanan mengatakan tidak,
Disaat itu juga kepalaku turun naik sambil mengangguk mengatakan iya,

Bingung..?
Jangan bingung,
Bingung hanya akan membuatmu tersesat.



Dikampoengku pariaman, 22022010

Buruh

Ibarat ayam petelur
Dipelihara sipetelur
Makan minum pasti setiap hari
Selama ia masih produksi
Setelah tua dan tak mampu lagi
sebilah pisau mengakhiri,

Buruh,
Bekerja demi kemakmuran negri
Tak terhitung hari
Membuat berputarnya ekonomi
Tapi masadepan buruh siapa yang janji?
Masadepan buruh siapa yang ganti?

Sabtu, 20 Februari 2010

Hujan teruslah begini.

ini rinduku padamu
Dibingkai air dan badai
Sesekali petir menyeringai
Membasahiku dalam keraguan
Hingga hatiku sudah dapat kupanahkan

Hujan.....
Rintik suaramu yang mengirama
Serasa melodi bagiku
Kau ciptakan dalam kebekuan
Aku yang sendirian dalam ketidakpastian
Merenungi dalam rintikkanmu

Hujan teruslah begini...

Hanyutkanlah aku dalam iramamu
Biarkanku bermimpi lagi dalam renungku.

Kutulis lagi tentang sang malam

Coretan untuk'Astri

Tak bergeming lagi senyummu Astri
Dulu yang sering akrab didua bibir tipis itu
Masih kau berikan jenjang dihatimu
Untuk kunaiki
Tapi ku tak kuat lagi menitinya
Hingga ku telah hanyut dibawa setan-setan malam.....
Yang tak lagi melabuhkan hati ini didermagamu
Begitu setia kau menungguku
Bagai teratai yang bertarung dikekeringan
Maafkan Astri, coretan kecil yang telah menggoncangmu
Dibalik penantianmu hanya diakhiri dengan airmata.

Selasa, 16 Februari 2010

produk pabrik disebatang tubuhmu___

Kurogoh lagi kantongku_memenuhi kegilaanmu

Berkali sudah ku kata_aku tetap setia, walau kamu bau asap dapur dan berdebu

Tak guna kau badutkan dirimu

Dengan produk pabrik itu_bibir merahmu, silicon dihidungmu, rona dipipimu, arang
dimatamu, rebonding...smoting apalagi namanya dirambutmu...._

Tak ingin kulihat lagi, dikau bagai produk oplosan itu_

Ku ingin dikau seadanya seperti dulu_

Mungkin tak kau sadari, produk pabrik itu membuat resah mataku_

Membuat koyak kantongku__

Dengan peluhku_.......

Kau lumuri produk pabrik itu disebatang tubuhmu.....

"Bekas orang gila"

aku tak mau tergila oleh hartamu
aku tak mau tergila karena wanitamu
aku tak mau tergila dengan tahtamu
semua kemewahan
semua keindahan
semua kekuasaan
takkan pernah membuatku tergila-gila
karena aku bekas orang yang tergila-gila.......
bagiku....
dunia yang sesaat
untuk yang bermanfaat...


koeraitadji,030509

.frdi frdian.

Mie instant

andai saja hidup ini seperti mie instan yang tinggal disirami air panas langsung bisa disuguhkan, betapa mudahnya, tidak membutuhkan proses yang begitu panjang.
Tapi hidup yang penuh lika-liku, warna-warni, turun-naik, kadang-kadang membuat kita jenuh, tapi kadang-kadang kita merasa tertantang untuk menjalaninya.
Banyak diantara kita menjalani hidup hanya mencari posisi aman saja(main selamat)karena merasa tidak punya daya saing dan tidak mampu untuk berpacu.
Lucu, penuh bumbu dan rasa, kadang-kadang membingungkan, kadang-kadang menggetarkan,kadang-kadang ketagihan....tak jauh beda dengan makan MIE INSTANT.

"Ku masih Terpesona"

Huh''...Aku masih terpesona",
Memandangi langitMu yang membentang seolah-olah akan jadi sahabatKu, mungkin tak ada yang menyadari langitMu bisa saja runtuh dan meremukkanKu.
KakiKu terasa kokoh berdiri diatas bumiMu, mungkin tak ada juga yang menyadari tentang bumiMu yang sewaktu-waktu bisa saja membelah diri dan menenggelamkanKu.
MataKu tak hentinya menikmati lautMu dengan ombak kecilNya yang saling berkejaran, mungkin tak ada juga menyadari tentang lautMu yang akan menjadi gelombang besar dan menggulungKu.
JiwaKu terasa damai dan tentram dengan semilir angin yang membisikkan cerita-cerita kecil padaKu, mungkin tak ada juga yang menyadari, anginMu bisa saja meluluh lantakan jagad raya ini.
SyukurKu padaMu tak akan pernah Kuabaikan, dalam segala kekurangan dan kelebihan nikmatMu hanya engkaulah kiblatKu.......................,

Lembayung Senja

LangkahKu gontai
Berjalan bagai Singa lapar
Pulang dari perburuan
.
Masih Ku melihat
Masih ku mendengar
Masih Kumerasakan
.
Lembayung yang menyapu sore
Malam yang akan ku jelang telah menjemput
.
Aku terkubur diujung jalanKu
Meratapi pagiKu yang telah pergi..............

antara cintamu dan uang........

Seandainya Aku diberikan pilihan, antara uang dan cintaMu.Dengan sangat maaf sekali mungkin Aku akan memilih uang, Karena dengan uang Aku akan bisa membeli semua cintaMu dan Kamu tidak akan bisa lagi menjajakan cintaMu.....
karena semua cintaMu telah Ku beli dengan uangKu...............................

Berpejam Mata"""""""""

""""""Biarkan Ku berjalan,

dengan berpejam mata

Biarkan Ku tersesat dirimbaMu

Dengan berkawan segumpal jiwa

Kau ingin Aku arungi,

Luasnya lautanMu

Dengan kedua tanganKu

Akan Ku lakukan,

untukMu

Kalau memang suatu keharusanKu..................

"Jakarta Aku Menatapmu Dengan KesedihanKu"

Diantara kemegahanmu
Tidakkah Kau sisakan gubuk kecil untukKu
Kolong yang Kutempati
Menambah rasa dukaKu
Kali kecil tempat sampahmu
Penyambung hidup bagiKu
Tempat Kumengais rezeki
Ini kah arti hidup bagiKu..??
Kau biarkan GenerasiKu
sepertiKu.........?
Jakarta kau memang ibu negaraKu
Tapi bukan ibu kandungKu
Jakata Aku menatapmu dengan kesedihanKu................

MataKu belum mau dilabuhkan...............

Aku sepetinya tak peduli
Angin telah membisikkan dinginnya malam
Awan telah memasang kelam
Bulan pun telah menutup malam
MataKu belum juga mau dilabuhkan....
Ada apakah gerangan,,?
Sampai kapan...
Jam sudah menunjukkan pukul sekian
Hatiku masih ingin menikmati malam...............

GumamKu...!!

Teriakan rakyat Bagai Nyanyian bagiMu

Teganya kau nodai Lembaran putih itu

Percayalah Alam takkan seramah dulu

Hukuman menunggu isyarat dariMu....!

Pernahkah Kau Memikirkannya...........

Pernahkah kau memikirkannya.........Hidup disebuah negri yang tanpa aturan. Hidup dinegri yang tanpa pemimpin. Kesombongan, ketamakan dan Kekejaman jadi rutinitas harian. Agama hanya identitas. Sumpah jadi sampah. Hidup bukan lagi suatu amalan. Mati hanya suatu proses yang harus dijalani. Surga Neraka Hanya Cerita................

Minggu, 14 Februari 2010

IdealismeKu tak Perawan Lagi____________

Jangan tanyakan lagi idealisme itu padaku
Karena hanya akan menambah beban pikiranku
Dulu memang harus ku mengaku idealìsme itu tumbuh subur dengan usiaku
Tapi zamanmu...
telah memperkosa idealisme itu....
Aku yang dulunya lugu dan bersahaja laku
Perlahan engkau jamah juga otakku
Setiap ku tafakur memikirkan itu
Idealisme jadinyo kok begitu
Mudahnya kau goyahkan aku
Hingga terkadang ku kagum padamu
Telah merobohkan pendirianku
Hingga sekarang aku tak tahu
Apakah idealisme itu.
untuk siapa dan buat siapa
Apakah dinegri ini memiliki idealisme sebuah prestasi..?
Memiliki idealisme dinegri ini hanya akan membuat kita dikebiri
Idealisme hanya sandiwara dan cerita.....

Kamis, 11 Februari 2010

Hanyalah___________

aku hanyalah setetes air
yang mencoba lepaskan dahaga
aku hanyalah seberkas sinar
yangmencoba berikan harapan
aku hanyalah hamparan pasir putih
yang mencoba berikan pandangan
aku hanyalah sehelai daun
yang mencoba berikan keteduhan
aku hanyalah semilir angin
yang bisikan cerita kecil padamu........

Hilang Dalam Terang__________

terjal......
cadas tak kuhiraukan lagi
kuterus menapak

tak pasti.....
tapi kutahu
satu jiwa harapkan kehadiranku

dalam terang...
ku menghilang
ketakutan mulai hantui.....
rasa gundah yang membayangiku

disana.......
kuberdiri sendiri
meresapi sepi dengan kedalamanku..............

Wanita dan Perasaan___________

ia tersentak dari lamunannya
tidurkah aku...pikirnya
tidakkah ia tahu
senyumnya terselip disalahsatu ruang hatiku
ah.........
aku bergumam"
hanya aku yang tahu dengan perasaanku
dia takkan pernah tahu
karena aku tidak ingin ia tahu
huh....
aku hanya bermain dengan perasaanku
aku hanya perawan diantara perawan lainnya
bahasa jiwaku ternyata hanya untukku..................

Selasa, 09 Februari 2010

Berpejam Mata"""""""""

""""""Biarkan Ku berjalan,

dengan berpejam mata

Biarkan Ku tersesat dirimbaMu

Dengan berkawan segumpal jiwa

Kau ingin Aku arungi,

Luasnya lautanMu

Dengan kedua tanganKu

Akan Ku lakukan,

untukMu

Kalau memang suatu keharusanKu..................

MataKu belum mau dilabuhkan...............

Aku sepetinya tak peduli
Angin telah membisikkan dinginnya malam
Awan telah memasang kelam
Bulan pun telah menutup malam
MataKu belum juga mau dilabuhkan....
Ada apakah gerangan,,?
Sampai kapan...
Jam sudah menunjukkan pukul sekian
Hatiku masih ingin menikmati malam...........

Kembali ke Nol Kilometer______________

Belum hilang gumpalan kabut.Memanggil hujan usir kemarau.Merindukan angin bertiup.Temani aku bertualang dalam galau.Dulu kau suguhkan asmara,Kunanti dengan gelora.Kau nyatakan cinta Ku sambut dengan rasa.Kini telah berbeda.Bulan dan mentari terbitnya tak sama.Ulat bulu pun telah jadi Kupu-kupu.Kau dan aku tinggal cerita.Tak ada ragu.Inilah putusanKu Kembali ke Nol kilometer.Banyak sajak dan puisi yang kau kirimkan kepadaKu.Begitu juga dengan NSP Mu : Bukittinggi Ku lalui,Topan badai Ku hadapi, Sungai musi Ku sebrangi..."Itu Ona Sutra;''Bukan Aku. Aku hanyalah manusia dengan kadar 30% Rasa dan 70% Logika.Memang itulah Aku sepenuhnya.Kau katakan salut padaKu.Jujur, tegas,Berani menyayangiMu.Tapi bahasaMu terlalu cepat hilang dari Ku.Bagai Formula satu yang sedang melaju.

nights........

more lonely nights

night at the end of the missed

I said............

daydream waiting for you...

Senin, 08 Februari 2010

Dampak Wacana Reshuflle...., Terhadap Salah Satu Partai.

Dalam kasus bank century sementara ini dapat dilihat, bahwa 7 fraksi mengatakan ada pelanggaran dan 2 fraksi mengatakan tidak.
Tapi setelah isu reshuflle digulirkan, ada beberapa partai seperti ''singa ompong''baru digertak reshuflle langsung bersimpuh dan berlutut tak bersuara lagi....
Sepertinya wacana reshuffle akan mempengaruhi keputusan fraksi disidang paripurna nanti.
Karena ada beberapa partai yang takut kehilangan kursi mentri.
Tapi kita dapat menganalisa secara sederhana, partai manakah yang tidak punya pendirian dan partai mana yang paling munafik.
Itu hanya bisa dilihat pada sidang paripurna nanti.
Dan apabila pernyataan fraksi berubah pada sidang paripurna, berarti ada kemungkinan angka kekayaan anggota-anggota fraksi telah melonjak tajam...

berdiam disudut kota

kebohongan mana yang tak dapat kusembunyikan, kejujuran mana yang tak dapat kulihatkan_____sebatang rokok tak mungkin hilangkan pikiranku tentangmu, segelas wiski pun juga takkan mampu__________hanya sudut kota yang bisa membuatku terdiam dan bersembunyi dibalik gelamnya yang temaram______________________.