Heii.., Tuan,
Kami melihatmu
Melihatmu meraung
Disidang paripurna siaran langsung
Tuan meraung-raung
Dilayar kaca
Bagai serigala dipertiga purnama
Seakan lama tak jumpa
Saudara idrus membaca
Bukan naskah lama
Tapi hasil kerja
Dua bulan lamanya
Kenapa tuan?
Ada yang aneh dengan laporan?
Hingga tuan membuat ricuh paripurna
Itu gedung terhormat
Bukan lapangan sepakbola
Suara tuan meraung lagi
Layaknya suku pedalaman
Hingga membuat gerah para siluman
Yang nungguin senayan
Hingga mik nya dimatikan
Kami tak menyesal memilih tuan
Memilih tuan mengurangi pengangguran.....
Sudutkota,03032010.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar