Cari Blog Ini

Minggu, 14 Maret 2010

Tuan Peraung

Heii.., Tuan,
Kami melihatmu
Melihatmu meraung
Disidang paripurna siaran langsung

Tuan meraung-raung
Dilayar kaca
Bagai serigala dipertiga purnama
Seakan lama tak jumpa

Saudara idrus membaca
Bukan naskah lama
Tapi hasil kerja
Dua bulan lamanya

Kenapa tuan?
Ada yang aneh dengan laporan?

Hingga tuan membuat ricuh paripurna
Itu gedung terhormat
Bukan lapangan sepakbola

Suara tuan meraung lagi
Layaknya suku pedalaman
Hingga membuat gerah para siluman
Yang nungguin senayan
Hingga mik nya dimatikan

Kami tak menyesal memilih tuan
Memilih tuan mengurangi pengangguran.....


Sudutkota,03032010.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar