Aku Bukan Chairil
maafkan aku
setiap tulisanku tak membakar
setiap tulisanku tak membuai
setiap tulisanku tak mendayu tak berirama
aku bukan Chairil
yang setiap gumpalan tembakau
yang dihembuskan mengawan
menjadi puisi sajak indah
aku adalah kekosongan jiwa
menulis hanya dengan nadanada yang ku suka
aku mengembara diantara penapena yang akan mencoret harianmu
aku sewaktuwaktu bisa menjadi kaca di pelupuk matamu
yang akan memberikan rasa indah dalam setiap pandanganmu
bahkan aku bisa menjadi setumpuk jiwa
yang akan selalu merasukimu.
Sudutkota, 05mei10
Tidak ada komentar:
Posting Komentar