Sajak 'Sepenggal Malam'
seorang insan di sepenggal malam
menatap bulan dalamdalam
hanya pasrah di desak kerinduan
dia membiarkan awan menenggelam bulan
hingga benarbenar tak kelihatan
beginikah rasanya dihukum penantian
bisik hatinya mendekam
andai dia mampu
ingin juga dia memenjara bulan
di antara kotakkotak hatinya yang masih kosong
tapi bulan terlalu besar
tak mungkin dada yang sebidang menampungnya
malam pun terus berjalan
mengitari takdirtakdir insan
sementara dia masih larut di sepenggal malam.
Malam, 12mei10
Tidak ada komentar:
Posting Komentar