kini hanya kau dan aku
di dalam ruang kosong dan sepi
mengamati sebatang lilin di atas meja semenjak senja
kita samasama merasakan sinarnya
ruang kosong tiga kali empat
dengan terang yang tidak merata
tapi kau seperti menikmatinya
redup cahaya lilin
yang perlahanlahan melelehkan parafin
dua hari lalu
rasanya memang dua hari lalu
kau pernah memintaku
menjadi mentari terangi dunia
tapi dengan tegas serta tangkas
ku jawab bahasa bibir itu
aku hanya ingin jadi sebatang lilin
yang sinarnya hanya untuk menerangimu saja
sinarku memang redup
namun bisa membuat sejuk
percayalah aku tak akan bisa seterang mentari
kataku berulang padamu
hanya dalam hitungan detik
air matamu juga meleleh
seperti cairan parafin di sebatang lilin.
Tapilauikpiaman, 02apr09
Tidak ada komentar:
Posting Komentar