sejak kapan
langit menutup kisah
antara kau dan aku
kau tahu airmataku tak lagi basah
ia mengering sudah
dihembus katakata merdumu
merayu
merajang
kadangkadang menendang
sejak kapan
kau berani ucapkan pisah
apakah setelah semuanya tak mudah
sirna sudah yang indahindah
sejak kapan
tibatiba kau memintaku mengenangmu
aku tak akan mengenangmu
karena kau tak pantas untuk dikenang.
Sudutkota, 16mei10
Tidak ada komentar:
Posting Komentar