Cari Blog Ini

Selasa, 16 Maret 2010

Senja Sebatang Lilin

Pecahlah api diujung sumbu
parafin mulailah meleleh
nyalanya tak akan membiru
sebiru api tembakau bercampur teh


senja sebatang lilin
cahayanya memantulkan cermin
menerangi hingga ke ubin
karena setia sumbu dengan parafin....

cahayanya tak menjangkau
tapi cukup hilangkan risau
asapnya pun tak sekepul tembakau

senja sebatang lilin
semoga tak tertiup angin.



Sudutkota,16032010.



Parafin : bahan yang biasa dipakai pembuat lilin.

Orang Gila Yang Mematung

Dengan sebilah parang
Berdiri rentak menghadang

Tak hirau hujan
Mematung dijalan


Heii...orang gila
Kami mau tanya

Apakah yang ada dipikiran?
Sehingga mematung dijalan

Tak perlu pasang logat
Segeralah berangkat
Kami mau lewat
Tidakkah kau rasa hujan lebat
Petir menebar kilat.....


Kami masih ragu tentang isi kepalamu....





Sudutkota, ada org gila brdiri dipasausang, jam 22:00,15032010

Minggu, 14 Maret 2010

Dara Diterminal

Udara pagi masih menyapu
Diterminal itu
Seorang dara menunggu
Menunggu sesuatu

Siang menjelang petang
Yang ditunggu tidak juga datang
Apakah ia hidung belang?
Dara bergumam seorang

Sore mengantar teduh
Dara mulai mengeluh

Dara pun tersedu
Melihat uang disaku

Dengan modal nekat
Untuk menemui silaknat

Dara pergi tanpa bekal
Karena pesbukker nakal
Lewat online dara kenal
Hingga merana diterminal
Apakah salah dara
Karena profile Nike Ardila?

Diseberang jalan itu
Dua mata mengintip malu
Sambil mengumpat kelu
Kau bukan daraku
Tak mirip diprofìlemu

Silaknat pasang kaki seribu
Sidara terus menunggu
Hingga senja menukar waktu...



Sudutkota, sunday140310.

Pipet Sedotan

Pernahkah kau memegang sebatang pipet
Bekas sedotan minuman?
Teroponglah manusia-manusia itu
Lewat pipet kecilmu

Memang kecil.........
Seandainya manusia hanya dilihat dari sebatang pipet
Mungkin keangkuhannya akan hilang

Karena ia lebih kecil dari pipet bekas sedotan.




Sudutkota, 10032010

Tuan Peraung

Heii.., Tuan,
Kami melihatmu
Melihatmu meraung
Disidang paripurna siaran langsung

Tuan meraung-raung
Dilayar kaca
Bagai serigala dipertiga purnama
Seakan lama tak jumpa

Saudara idrus membaca
Bukan naskah lama
Tapi hasil kerja
Dua bulan lamanya

Kenapa tuan?
Ada yang aneh dengan laporan?

Hingga tuan membuat ricuh paripurna
Itu gedung terhormat
Bukan lapangan sepakbola

Suara tuan meraung lagi
Layaknya suku pedalaman
Hingga membuat gerah para siluman
Yang nungguin senayan
Hingga mik nya dimatikan

Kami tak menyesal memilih tuan
Memilih tuan mengurangi pengangguran.....


Sudutkota,03032010.

Penghias Malam....

Kunang-kunang...

Mengulas keindahan menabur harapan
Kutangkap tapi tak pernah kudapatkan,


Bulan...

Banyak yang jadikanmu pujaan
Terapung meratui malam
Membuatmu teguh dengan senyuman keangkuhan,

Bintang...

Berkedipan
Pernah kucoba menggapai dengan tangan
Tapi kita terlalu berjauhan,

Penghias malam tetap penghias malam


Sesatkah dijadikan harapan?

Biarkan Aku Keling

Biarkan aku keling
Sengaja kusilahkan mentari menjilati kulitku
Agar Wajahku tak merona lagi
Sengaja kubiarkan debu menghinggapiku
Agar aku tak bergemilau lagi

Ku tak mau berdosa
Dengan wajah ayuku

Sekian deret cinta
Menggerayang
Yang Tak bisa ku membalasnya

Aku tak suka
Melodrama cinta

Makanya kudiam saja

Mungkin putus asa mereka
Dosa juga bagiku

Biarlah ku keling saja
Agar yang sejati
Menghampiri

Mungkin itu akan lebih abadi.



Sudutkota, 11032010.

Jampian Malam

Jbrrrr......
Sijemari mulai menari
Mengikuti serunai malam
Mengasapi kemenyan
Kembang 7 rupa ditaburkan

Bibir tua....
Komat-kamit
Jampian mulai diteluhkan

Malam ini tak akan pulas
Pikiran akan merimba
Hati akan bergemuruh
Mata akan menyala
Peluh akan membasahi
Helai rambut tiap tetesnya
ìtu isyarat telinga....
DengarKanlah jampian malam
Gagak malam ikut menyahutkan

Tentang, pemasungan perasaan.



Sudutkota, mrt2010

SujudLah....Sebelum Bumi Membelah Diri

Getaran....
Menyentakkan umatMu
Dalam pulasnya
Ketika terjaga
Ingatkannya pada dosa-dosa?

Ini baru bumi mengeliatkan badan
Bagaimana jika ia membelah diri, merengkah?
Dan langit yang akan rubuh?
Laut yang akan menumpah?

Pernah kumerenungkannya

Hingga kusembahkan Sujud untukMu

Tapi ku kadang lupa
Telah mencicipi nikmat-nikmatMu
Berlindung dalam berkahMu

Aku memang pelupa

Tapi aku akan selalu menghaturkan sujud untukMu.


Sudutkota.lggmpa.2010