Aku Bukan Chairil
maafkan aku
setiap tulisanku tak membakar
setiap tulisanku tak membuai
setiap tulisanku tak mendayu tak berirama
aku bukan Chairil
yang setiap gumpalan tembakau
yang dihembuskan mengawan
menjadi puisi sajak indah
aku adalah kekosongan jiwa
menulis hanya dengan nadanada yang ku suka
aku mengembara diantara penapena yang akan mencoret harianmu
aku sewaktuwaktu bisa menjadi kaca di pelupuk matamu
yang akan memberikan rasa indah dalam setiap pandanganmu
bahkan aku bisa menjadi setumpuk jiwa
yang akan selalu merasukimu.
Sudutkota, 05mei10
Cari Blog Ini
Selasa, 18 Mei 2010
Itukah Dirimu
Itukah Dirimu
tak adil bagiku
menerimamu yang telah kuanggap bayang semu
dulu aku pernah berharap
dulu hati pernah berucap
namun kau tak pernah tanggap
kini setelah menggilir hati
menghanyutkan perasaanmu
ingin bermuara di hatiku
aku tak mau membuka hati
memang kau masih perawanperawanku
tapi kuyakin bibir manismu tak perawan lagi
entah berapa bibir yang telah menyinggahi
agar kau tahu
aku masih orsinil seperti dulu
tak sama denganmu.
sudutkota, 05mei10
tak adil bagiku
menerimamu yang telah kuanggap bayang semu
dulu aku pernah berharap
dulu hati pernah berucap
namun kau tak pernah tanggap
kini setelah menggilir hati
menghanyutkan perasaanmu
ingin bermuara di hatiku
aku tak mau membuka hati
memang kau masih perawanperawanku
tapi kuyakin bibir manismu tak perawan lagi
entah berapa bibir yang telah menyinggahi
agar kau tahu
aku masih orsinil seperti dulu
tak sama denganmu.
sudutkota, 05mei10
Pasal 34
Pasal 34
dì sebuah lampu merah
selepas laju kendaraan
pukul sepuluh malam
seorang anak perempuan usia belasan
menggigil kelaparan
bibirnya sudah mengurat tanpa keakraban
dekil compangcamping tanpa dandan
sambil memelas sedikit rintihan
om...
tolong recehannya
saya belum makan
mataku dan matanya berbinar
ku ambil ayam gorengan
yang telah dibungkus rumah makan
tak kuhiraukan itu adalah pesanan
untuk istriku yang lagi ngidam
karena aku merasa manusia saja
dengan sedikit rakus ia merampas gorengan ayam dalam bungkusan
kadang terpikir sendiri
pahitnya kehidupan anak jalanan
mungkinkah anak perempuan tadi akan bertahan
bertahan hidup di jalanan
mungkin saja dia cikalbakal pelacur jalanan
kemanakah mereka minta perlindungan
hidup dalam kemiskinan
hidup dalam keterlantaran
hidup dalam kesengsaraan
apakah mereka bukan prioritas dalam perundangundangan
tapi pada pasal 34 telah dicantumkan
Oh
apakah karena mereka tak berani melakukan tuntutan
mereka berani
mereka bisa
namun
mereka terlalu sempit pikiran
mereka terlalu berat mendapatkan tekanan kehidupan
hingga mereka tak hiraukan masa depan
mereka hanya bisa menyerah pada tuhan menangisi nasib dan keadaan.
Sudutkota, 09mei10
dì sebuah lampu merah
selepas laju kendaraan
pukul sepuluh malam
seorang anak perempuan usia belasan
menggigil kelaparan
bibirnya sudah mengurat tanpa keakraban
dekil compangcamping tanpa dandan
sambil memelas sedikit rintihan
om...
tolong recehannya
saya belum makan
mataku dan matanya berbinar
ku ambil ayam gorengan
yang telah dibungkus rumah makan
tak kuhiraukan itu adalah pesanan
untuk istriku yang lagi ngidam
karena aku merasa manusia saja
dengan sedikit rakus ia merampas gorengan ayam dalam bungkusan
kadang terpikir sendiri
pahitnya kehidupan anak jalanan
mungkinkah anak perempuan tadi akan bertahan
bertahan hidup di jalanan
mungkin saja dia cikalbakal pelacur jalanan
kemanakah mereka minta perlindungan
hidup dalam kemiskinan
hidup dalam keterlantaran
hidup dalam kesengsaraan
apakah mereka bukan prioritas dalam perundangundangan
tapi pada pasal 34 telah dicantumkan
Oh
apakah karena mereka tak berani melakukan tuntutan
mereka berani
mereka bisa
namun
mereka terlalu sempit pikiran
mereka terlalu berat mendapatkan tekanan kehidupan
hingga mereka tak hiraukan masa depan
mereka hanya bisa menyerah pada tuhan menangisi nasib dan keadaan.
Sudutkota, 09mei10
Malam Aku ingin Jadi Hantu
Malam Aku ingin Jadi Hantu
malam izinkanlah aku jadi hantu
sekali saja
mengusir ketakutanku
mengusir kegusaranku
yang telah lama ku tumpuk
aku tahu
ketakutan
kegusaran
adalah hantu ku sendiri
tapi aku risau dan galau
dengan hantu ku sendiri
malam
tiupkanlah hantu apa jasa
usir hantuhantu ku
aku telah kosong.
Sudutkota, 10mei10
malam izinkanlah aku jadi hantu
sekali saja
mengusir ketakutanku
mengusir kegusaranku
yang telah lama ku tumpuk
aku tahu
ketakutan
kegusaran
adalah hantu ku sendiri
tapi aku risau dan galau
dengan hantu ku sendiri
malam
tiupkanlah hantu apa jasa
usir hantuhantu ku
aku telah kosong.
Sudutkota, 10mei10
Maafkan Aku Pak'Susno
Maafkan Aku Pak'Susno
maafkan aku pak'susno
mungkin aku terlalu kasar
mungkin aku terlalu berani
dengan tulisantulisan ini
pak'susno
aku ingin anda dihukum mati
biar tak ada lagi yang berani
biarkan hukum kecoplokkecopluk dengan tuannya sendiri
biarkan semuanya mati suri
agar tak ada lagi williardi
agar tak ada lagi anthasari
mereka terlalu berani
mereka terlalu bertangguh diri
hingga menimbulkan gundah hati
tapi aku yakin
pak'susno tak akan dihukum mati
para tukang kebiri
pemelihara arogansi
telah memikirkan gejolak api
setiap saat bisa membakar negri
dengan teriakan sanasini
revolusi....revolusi....!
pak'susno duadji
mungkin hanya di shock therapi
biar tidak macammacam lagi
tapi cukup juga menurunkan tensi
pak'susno teruslah berjujur diri
anda telah mendapatkan dukungan anak negri.
negridlmkecaman, 11mei10
maafkan aku pak'susno
mungkin aku terlalu kasar
mungkin aku terlalu berani
dengan tulisantulisan ini
pak'susno
aku ingin anda dihukum mati
biar tak ada lagi yang berani
biarkan hukum kecoplokkecopluk dengan tuannya sendiri
biarkan semuanya mati suri
agar tak ada lagi williardi
agar tak ada lagi anthasari
mereka terlalu berani
mereka terlalu bertangguh diri
hingga menimbulkan gundah hati
tapi aku yakin
pak'susno tak akan dihukum mati
para tukang kebiri
pemelihara arogansi
telah memikirkan gejolak api
setiap saat bisa membakar negri
dengan teriakan sanasini
revolusi....revolusi....!
pak'susno duadji
mungkin hanya di shock therapi
biar tidak macammacam lagi
tapi cukup juga menurunkan tensi
pak'susno teruslah berjujur diri
anda telah mendapatkan dukungan anak negri.
negridlmkecaman, 11mei10
Dada ku dan Bulan
Dada ku dan Bulan
aku memang punya dada bidang
di dalamnya masih banyak kotakkotak kosong
belum terisi penuh di tiap ruangnya
tapi aku tak bisa memaksa bulan
tapi aku tak bisa memenjara bulan
dalam dada ku yang hanya sebidang
bulan itu sebesar kapal selodang
berlayar tak terhempas gelombang
andai bulan hanya kuning telur
mungkin sudah banyak bulan yang ku penjara di dada ku, hingga perutku
cemburulah para pujangga
pada dada ku yang hanya sebidang
memenjara bulan
punguk pun akan resah bertengger di pohon cempedak hutan
karena tak ada lagi yang di rindukan
tapi bulan itu penguasa malam
mungkin dada ku yang akan remuk redam
jika ditimpa bulan.
Sudutkota, 12mei10
aku memang punya dada bidang
di dalamnya masih banyak kotakkotak kosong
belum terisi penuh di tiap ruangnya
tapi aku tak bisa memaksa bulan
tapi aku tak bisa memenjara bulan
dalam dada ku yang hanya sebidang
bulan itu sebesar kapal selodang
berlayar tak terhempas gelombang
andai bulan hanya kuning telur
mungkin sudah banyak bulan yang ku penjara di dada ku, hingga perutku
cemburulah para pujangga
pada dada ku yang hanya sebidang
memenjara bulan
punguk pun akan resah bertengger di pohon cempedak hutan
karena tak ada lagi yang di rindukan
tapi bulan itu penguasa malam
mungkin dada ku yang akan remuk redam
jika ditimpa bulan.
Sudutkota, 12mei10
sejak kapan
sejak kapan
sejak kapan
langit menutup kisah
antara kau dan aku
kau tahu airmataku tak lagi basah
ia mengering sudah
dihembus katakata merdumu
merayu
merajang
kadangkadang menendang
sejak kapan
kau berani ucapkan pisah
apakah setelah semuanya tak mudah
sirna sudah yang indahindah
sejak kapan
tibatiba kau memintaku mengenangmu
aku tak akan mengenangmu
karena kau tak pantas untuk dikenang.
Sudutkota, 16mei10
sejak kapan
langit menutup kisah
antara kau dan aku
kau tahu airmataku tak lagi basah
ia mengering sudah
dihembus katakata merdumu
merayu
merajang
kadangkadang menendang
sejak kapan
kau berani ucapkan pisah
apakah setelah semuanya tak mudah
sirna sudah yang indahindah
sejak kapan
tibatiba kau memintaku mengenangmu
aku tak akan mengenangmu
karena kau tak pantas untuk dikenang.
Sudutkota, 16mei10
Sajak' Sinarku Redup
Sajak' Sinarku Redup
kini hanya kau dan aku
di dalam ruang kosong dan sepi
mengamati sebatang lilin di atas meja semenjak senja
kita samasama merasakan sinarnya
ruang kosong tiga kali empat
dengan terang yang tidak merata
tapi kau seperti menikmatinya
redup cahaya lilin
yang perlahanlahan melelehkan parafin
dua hari lalu
rasanya memang dua hari lalu
kau pernah memintaku
menjadi mentari terangi dunia
tapi dengan tegas serta tangkas
ku jawab bahasa bibir itu
aku hanya ingin jadi sebatang lilin
yang sinarnya hanya untuk menerangimu saja
sinarku memang redup
namun bisa membuat sejuk
percayalah aku tak akan bisa seterang mentari
kataku berulang padamu
hanya dalam hitungan detik
air matamu juga meleleh
seperti cairan parafin di sebatang lilin.
Tapilauikpiaman, 02apr09
kini hanya kau dan aku
di dalam ruang kosong dan sepi
mengamati sebatang lilin di atas meja semenjak senja
kita samasama merasakan sinarnya
ruang kosong tiga kali empat
dengan terang yang tidak merata
tapi kau seperti menikmatinya
redup cahaya lilin
yang perlahanlahan melelehkan parafin
dua hari lalu
rasanya memang dua hari lalu
kau pernah memintaku
menjadi mentari terangi dunia
tapi dengan tegas serta tangkas
ku jawab bahasa bibir itu
aku hanya ingin jadi sebatang lilin
yang sinarnya hanya untuk menerangimu saja
sinarku memang redup
namun bisa membuat sejuk
percayalah aku tak akan bisa seterang mentari
kataku berulang padamu
hanya dalam hitungan detik
air matamu juga meleleh
seperti cairan parafin di sebatang lilin.
Tapilauikpiaman, 02apr09
Aku dan Alis Mata mu
Aku dan Alis Mata mu
apakah masih ada yang indah
selain alis mata mu
hingga aku tak mampu menatapnya
padahal ia tak berkilau
padahal ia tak setajam samurai
tapi ia sanggup memenjara mata ku
tatapan ku terkurung
di antara alisalis matamu
sekali kau kernyitkan dahi mu
alis mu pun melintang
seperti pelangi tampak miring
kadang timbul gundahku
ingin menatap alisalis mu dari kepengecutan ku
ingin mengintip alisalismu sepuas hatiku.
SiangtadidiHaus'tea, 12mei10
apakah masih ada yang indah
selain alis mata mu
hingga aku tak mampu menatapnya
padahal ia tak berkilau
padahal ia tak setajam samurai
tapi ia sanggup memenjara mata ku
tatapan ku terkurung
di antara alisalis matamu
sekali kau kernyitkan dahi mu
alis mu pun melintang
seperti pelangi tampak miring
kadang timbul gundahku
ingin menatap alisalis mu dari kepengecutan ku
ingin mengintip alisalismu sepuas hatiku.
SiangtadidiHaus'tea, 12mei10
Sajak 'Sepenggal Malam'
Sajak 'Sepenggal Malam'
seorang insan di sepenggal malam
menatap bulan dalamdalam
hanya pasrah di desak kerinduan
dia membiarkan awan menenggelam bulan
hingga benarbenar tak kelihatan
beginikah rasanya dihukum penantian
bisik hatinya mendekam
andai dia mampu
ingin juga dia memenjara bulan
di antara kotakkotak hatinya yang masih kosong
tapi bulan terlalu besar
tak mungkin dada yang sebidang menampungnya
malam pun terus berjalan
mengitari takdirtakdir insan
sementara dia masih larut di sepenggal malam.
Malam, 12mei10
seorang insan di sepenggal malam
menatap bulan dalamdalam
hanya pasrah di desak kerinduan
dia membiarkan awan menenggelam bulan
hingga benarbenar tak kelihatan
beginikah rasanya dihukum penantian
bisik hatinya mendekam
andai dia mampu
ingin juga dia memenjara bulan
di antara kotakkotak hatinya yang masih kosong
tapi bulan terlalu besar
tak mungkin dada yang sebidang menampungnya
malam pun terus berjalan
mengitari takdirtakdir insan
sementara dia masih larut di sepenggal malam.
Malam, 12mei10
Langganan:
Postingan (Atom)