baru tadi aku berlari menipu pagi
siang pun telah aku curangi
sore yang menjelang akan ku dustai
malam yang menanti akan ku kibuli.
jangan pernah menungguku
kau akan jengah sendiri.
Lilinsenja, 010810
Cari Blog Ini
Rabu, 18 Agustus 2010
Tak Berjudul
malam ini kan kubiarkan bintang mengoyak langit
biar embun tak leluasa lagi membasahi malamku
agar luka yang menganga tak basah lagi.
.
biar embun tak leluasa lagi membasahi malamku
agar luka yang menganga tak basah lagi.
.
sejak kapan
sejak kapan
langit menutup kisah
antara kau dan aku
kau tahu airmataku tak lagi basah
ia mengering sudah
dihembus katakata merdumu
merayu
merajang
kadangkadang menendang
sejak kapan
kau berani ucapkan pisah
apakah setelah semuanya tak mudah
sirna sudah yang indahindah
sejak kapan
tibatiba kau memintaku mengenangmu
aku tak akan mengenangmu
karena kau tak pantas untuk dikenang.
Sudutkota, 16mei10
langit menutup kisah
antara kau dan aku
kau tahu airmataku tak lagi basah
ia mengering sudah
dihembus katakata merdumu
merayu
merajang
kadangkadang menendang
sejak kapan
kau berani ucapkan pisah
apakah setelah semuanya tak mudah
sirna sudah yang indahindah
sejak kapan
tibatiba kau memintaku mengenangmu
aku tak akan mengenangmu
karena kau tak pantas untuk dikenang.
Sudutkota, 16mei10
Dada ku dan Bulan
aku memang punya dada bidang
di dalamnya masih banyak kotakkotak kosong
belum terisi penuh di tiap ruangnya
tapi aku tak bisa memaksa bulan
tapi aku tak bisa memenjara bulan
dalam dada ku yang hanya sebidang
bulan itu sebesar kapal selodang
berlayar tak terhempas gelombang
andai bulan hanya kuning telur
mungkin sudah banyak bulan yang ku penjara di dada ku, hingga perutku
cemburulah para pujangga
pada dada ku yang hanya sebidang
memenjara bulan
punguk pun akan resah bertengger di pohon cempedak hutan
karena tak ada lagi yang di rindukan
tapi bulan itu penguasa malam
mungkin dada ku yang akan remuk redam
jika ditimpa bulan.
Sudutkota, 12mei10
di dalamnya masih banyak kotakkotak kosong
belum terisi penuh di tiap ruangnya
tapi aku tak bisa memaksa bulan
tapi aku tak bisa memenjara bulan
dalam dada ku yang hanya sebidang
bulan itu sebesar kapal selodang
berlayar tak terhempas gelombang
andai bulan hanya kuning telur
mungkin sudah banyak bulan yang ku penjara di dada ku, hingga perutku
cemburulah para pujangga
pada dada ku yang hanya sebidang
memenjara bulan
punguk pun akan resah bertengger di pohon cempedak hutan
karena tak ada lagi yang di rindukan
tapi bulan itu penguasa malam
mungkin dada ku yang akan remuk redam
jika ditimpa bulan.
Sudutkota, 12mei10
Malam Aku ingin Jadi Hantu
malam izinkanlah aku jadi hantu
sekali saja
mengusir ketakutanku
mengusir kegusaranku
yang telah lama ku tumpuk
aku tahu
ketakutan
kegusaran
adalah hantu ku sendiri
tapi aku risau dan galau
dengan hantu ku sendiri
malam
tiupkanlah hantu apa jasa
usir hantuhantu ku
aku telah kosong.
Sudutkota, 10mei10
sekali saja
mengusir ketakutanku
mengusir kegusaranku
yang telah lama ku tumpuk
aku tahu
ketakutan
kegusaran
adalah hantu ku sendiri
tapi aku risau dan galau
dengan hantu ku sendiri
malam
tiupkanlah hantu apa jasa
usir hantuhantu ku
aku telah kosong.
Sudutkota, 10mei10
Itukah Dirimu
tak adil bagiku
menerimamu yang telah kuanggap bayang semu
dulu aku pernah berharap
dulu hati pernah berucap
namun kau tak pernah tanggap
kini setelah menggilir hati
menghanyutkan perasaanmu
ingin bermuara di hatiku
aku tak mau membuka hati
memang kau masih perawanperawanku
tapi kuyakin bibir manismu tak perawan lagi
entah berapa bibir yang telah menyinggahi
agar kau tahu
aku masih orsinil seperti dulu
tak sama denganmu.
sudutkota, 05mei10
menerimamu yang telah kuanggap bayang semu
dulu aku pernah berharap
dulu hati pernah berucap
namun kau tak pernah tanggap
kini setelah menggilir hati
menghanyutkan perasaanmu
ingin bermuara di hatiku
aku tak mau membuka hati
memang kau masih perawanperawanku
tapi kuyakin bibir manismu tak perawan lagi
entah berapa bibir yang telah menyinggahi
agar kau tahu
aku masih orsinil seperti dulu
tak sama denganmu.
sudutkota, 05mei10
Pasal 34
dì sebuah lampu merah
selepas laju kendaraan
pukul sepuluh malam
seorang anak perempuan usia belasan
menggigil kelaparan
bibirnya sudah mengurat tanpa keakraban
dekil compangcamping tanpa dandan
sambil memelas sedikit rintihan
om...
tolong recehannya
saya belum makan
mataku dan matanya berbinar
ku ambil ayam gorengan
yang telah dibungkus rumah makan
tak kuhiraukan itu adalah pesanan
untuk istriku yang lagi ngidam
karena aku merasa manusia saja
dengan sedikit rakus ia merampas gorengan ayam dalam bungkusan
kadang terpikir sendiri
pahitnya kehidupan anak jalanan
mungkinkah anak perempuan tadi akan bertahan
bertahan hidup di jalanan
mungkin saja dia cikalbakal pelacur jalanan
kemanakah mereka minta perlindungan
hidup dalam kemiskinan
hidup dalam keterlantaran
hidup dalam kesengsaraan
apakah mereka bukan prioritas dalam perundangundangan
tapi pada pasal 34 telah dicantumkan
Oh
apakah karena mereka tak berani melakukan tuntutan
mereka berani
mereka bisa
namun
mereka terlalu sempit pikiran
mereka terlalu berat mendapatkan tekanan kehidupan
hingga mereka tak hiraukan masa depan
mereka hanya bisa menyerah pada tuhan menangisi nasib dan keadaan.
Sudutkota, 09mei10
selepas laju kendaraan
pukul sepuluh malam
seorang anak perempuan usia belasan
menggigil kelaparan
bibirnya sudah mengurat tanpa keakraban
dekil compangcamping tanpa dandan
sambil memelas sedikit rintihan
om...
tolong recehannya
saya belum makan
mataku dan matanya berbinar
ku ambil ayam gorengan
yang telah dibungkus rumah makan
tak kuhiraukan itu adalah pesanan
untuk istriku yang lagi ngidam
karena aku merasa manusia saja
dengan sedikit rakus ia merampas gorengan ayam dalam bungkusan
kadang terpikir sendiri
pahitnya kehidupan anak jalanan
mungkinkah anak perempuan tadi akan bertahan
bertahan hidup di jalanan
mungkin saja dia cikalbakal pelacur jalanan
kemanakah mereka minta perlindungan
hidup dalam kemiskinan
hidup dalam keterlantaran
hidup dalam kesengsaraan
apakah mereka bukan prioritas dalam perundangundangan
tapi pada pasal 34 telah dicantumkan
Oh
apakah karena mereka tak berani melakukan tuntutan
mereka berani
mereka bisa
namun
mereka terlalu sempit pikiran
mereka terlalu berat mendapatkan tekanan kehidupan
hingga mereka tak hiraukan masa depan
mereka hanya bisa menyerah pada tuhan menangisi nasib dan keadaan.
Sudutkota, 09mei10
Sajak' Sinarku Redup
kini hanya kau dan aku
di dalam ruang kosong dan sepi
mengamati sebatang lilin di atas meja semenjak senja
kita samasama merasakan sinarnya
ruang kosong tiga kali empat
dengan terang yang tidak merata
tapi kau seperti menikmatinya
redup cahaya lilin
yang perlahanlahan melelehkan parafin
dua hari lalu
rasanya memang dua hari lalu
kau pernah memintaku
menjadi mentari terangi dunia
tapi dengan tegas serta tangkas
ku jawab bahasa bibir itu
aku hanya ingin jadi sebatang lilin
yang sinarnya hanya untuk menerangimu saja
sinarku memang redup
namun bisa membuat sejuk
percayalah aku tak akan bisa seterang mentari
kataku berulang padamu
hanya dalam hitungan detik
air matamu juga meleleh
seperti cairan parafin di sebatang lilin.
Tapilauikpiaman, 02apr09
di dalam ruang kosong dan sepi
mengamati sebatang lilin di atas meja semenjak senja
kita samasama merasakan sinarnya
ruang kosong tiga kali empat
dengan terang yang tidak merata
tapi kau seperti menikmatinya
redup cahaya lilin
yang perlahanlahan melelehkan parafin
dua hari lalu
rasanya memang dua hari lalu
kau pernah memintaku
menjadi mentari terangi dunia
tapi dengan tegas serta tangkas
ku jawab bahasa bibir itu
aku hanya ingin jadi sebatang lilin
yang sinarnya hanya untuk menerangimu saja
sinarku memang redup
namun bisa membuat sejuk
percayalah aku tak akan bisa seterang mentari
kataku berulang padamu
hanya dalam hitungan detik
air matamu juga meleleh
seperti cairan parafin di sebatang lilin.
Tapilauikpiaman, 02apr09
Aku dan Alis Mata mu
apakah masih ada yang indah
selain alis mata mu
hingga aku tak mampu menatapnya
padahal ia tak berkilau
padahal ia tak setajam samurai
tapi ia sanggup memenjara mata ku
tatapan ku terkurung
di antara alisalis matamu
sekali kau kernyitkan dahi mu
alis mu pun melintang
seperti pelangi tampak miring
kadang timbul gundahku
ingin menatap alisalis mu dari kepengecutan ku
ingin mengintip alisalismu sepuas hatiku.
SiangtadidiHaus'tea, 12mei10
selain alis mata mu
hingga aku tak mampu menatapnya
padahal ia tak berkilau
padahal ia tak setajam samurai
tapi ia sanggup memenjara mata ku
tatapan ku terkurung
di antara alisalis matamu
sekali kau kernyitkan dahi mu
alis mu pun melintang
seperti pelangi tampak miring
kadang timbul gundahku
ingin menatap alisalis mu dari kepengecutan ku
ingin mengintip alisalismu sepuas hatiku.
SiangtadidiHaus'tea, 12mei10
Senja yang manja
iringan pipit mencomooh padaku
cit..cit..cit..., hai pulanglah
tak kau lihat senja menyapu sore
kau tersenyum gila dengan telpon genggammu
tak kau dengar bilal telah berkumandang
magrib telah datang
segeralah kau pulang
sudah bosan bangku halte itu kau duduki
mungkin itulah bahasa yang ingin disampaikan pipit
tapi ku masih terpaku gila
melihat pesan di inbok
dari teman facebook baruku
lalu ku lihat langit di kotaku
lembayung mencoba mengukir namaku
tapi bulan telah muncul duluan
ku ambil saputanganku
lalu ku lempar ke langit hingga menutup bulan
aku tak mau
lembayung yang mengukir namaku
pergi karena munculnya bulan
di sekelilingku sudah sepi
pedagang bengkoang pun telah beranjak
hanya satusatu agen bus berteriak
pariaman...pariaman...pariaman
manga urang di pariaman jo
''kataku
tapi cuma dalam hati
lalu kupergi membawa senjaku sendiri
menyimpannya dalam tas loker kulitku
ku tak ingin senja ini berbagi dengan siapapun.
Aiatawa, 19mei
cit..cit..cit..., hai pulanglah
tak kau lihat senja menyapu sore
kau tersenyum gila dengan telpon genggammu
tak kau dengar bilal telah berkumandang
magrib telah datang
segeralah kau pulang
sudah bosan bangku halte itu kau duduki
mungkin itulah bahasa yang ingin disampaikan pipit
tapi ku masih terpaku gila
melihat pesan di inbok
dari teman facebook baruku
lalu ku lihat langit di kotaku
lembayung mencoba mengukir namaku
tapi bulan telah muncul duluan
ku ambil saputanganku
lalu ku lempar ke langit hingga menutup bulan
aku tak mau
lembayung yang mengukir namaku
pergi karena munculnya bulan
di sekelilingku sudah sepi
pedagang bengkoang pun telah beranjak
hanya satusatu agen bus berteriak
pariaman...pariaman...pariaman
manga urang di pariaman jo
''kataku
tapi cuma dalam hati
lalu kupergi membawa senjaku sendiri
menyimpannya dalam tas loker kulitku
ku tak ingin senja ini berbagi dengan siapapun.
Aiatawa, 19mei
Langganan:
Postingan (Atom)